5 Fakta Tentang Larangan Mudik Yang Kamu Harus kamu Ketahui
- Berita

5 Fakta Tentang Larangan Mudik Yang Kamu Harus kamu Ketahui

Presiden Joko Widodo telah resmi melarang masyarakat untuk Mudik Lebaran 2020. Kebijakan ini diambil Jokowi karena melihat kondisi selama adanya wabah virus corona (Covid-19), yang sampai saat ini belum juga membaik.

Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona mengatakan, bahwa ada tambahan kasus baru terinfeksi virus corona pada hari Selasa 21 April sebanyak 375 kasus, sehingga totalnya ada 7.135 kasus.

Dari jumlah tersebut, tercatat bahwa korban yang meninggal akibat virus corona ini bertambah menjadi 26 orang. Sehingga total kematian ada 116 orang. Namun, untuk pasien yang dinyatakan sembuh, juga bertambah menjadi 95 orang sehingga total keseluruhan menjadi 842 orang.

Berikut adalah fakta – fakta atau hal – hal yang berhubungan dengan larangan mudik Lebaran 2020:

Larang mudik lebaran untuk warga zona merah covid -19

Larangan mudik lebaran tahun 2020, diberlakukan untuk warga – warga yang tinggal di Jabodetabek. Dimana daerah tersebut adalah zona merah covid – 19. Dilaporkan, bahwa kasus positing covid – 19 di Indonesia, kasus yang paling banyak berada di DKI Jakarta sebesar 3.097 kasus. Jadi di khawatirkan jika para pemudik, yang datang dari Jabodetabek akan menjadi carrier virus.  Sehingga, larangan pulang kampung ini diharap bisa berjalan efektif dan dapat menekan penyebaran virus corona.

 

Larang mudik efeketif pada 24 April 2020

Larangan mudik ini akan berlaku pada Jumat 24 April 2020. Luhut menyampaikan walaupun pulang kampung dilarang, transportasi umum lainnya seperti commuter line akan tetap beroperasi. Dan ia juga menyatakan, bahwa distribusi logistic ke daerah – daerah tidak akan terganggu, akibata adanya larangan mudik atau pulang kampung.

 

Sanski larang mudik berlaku 7 Mei 2020

Hasil survei Kementerian Perhubungan menemukan, ada sebanyak 24% warga berkeinginan untuk tetap pergi mudik Lebaran 2020. Maka dengan begitu, akan ada pemberian sanksi bagi warga yang melanggar peraturan ini. Penerapan sanksi ini akan efeketif diberlakukan mulai tanggal 7 Mei 2020 nanti.

 

Denda langar larangan pulang kampung

Bagi para warga yang tetap ingin pergi mudik dan melanggar peraturan larangan mudik ini, pemerintah sudah menyiapkan sanski yaitu berupa denda. Denda ini bisa mencapai hingga Rp 100 juta. Sanski ini merujuk pada UUD Np 6 Tahun 2018 mengenai Kekarantinaan Kesehatan Pasal 93. Namun, mengenai sanksi ini masih akan dibacakan dan dibahasa lebih lanjut pemerintah dan jajarannya.

 

Akses jalan keluar Jabodetabek akan dibatasi

Larang ini tidak memperbolehkan lalu linta kendaraan keluar masuk wilayah Jabodetabek. Tetapi arus lalu lintas warga di dalam Jabodetabek masih diperbolehkan. Sehingga yang dilarang adalah, orang dari Jabodetabek yang akan berpergian keluar kota dan orang dari luar kota yang ingin masuk ke Jabodetabek.

Memang menjadi dilema mudik kali ini. Apalagi ditengah pandemi virus yang sangat mengancam perekonomian dunia. Namun disisi lain kita juga harus bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk dapat menghadang penyebaran virus yang sangat berbahaya ini.

READ  Indoxxi Dihapus, Potensi Situs Streaming Lainnya Muncul