- Berita

Apa Itu Bantuan Langsung Tunai (BLT) ?

Pengambilan bantuan langsung tunai

Bantuan Langsung Tunai atau yang biasa disingkat BLT adalah program bantuan pemerintah berjenis pemberian uang tunai ataupun beragam bantuan lainnya. Baik itu bersyarat maupun tak bersyarat dan diberikan untuk masyarakat miskin. Negara yang pertama kali memprakarsai program BLT adalah Brasil, lalu selanjutnya diadopsi oleh negara-negara lainnya. Besaran dana yang diberikan dan mekanisme yang dijalankan dalam program BLT itu berbeda-beda tergantung dengan kebijakan pemerintah di negara tersebut.

Indonesia juga merupakan negara yang menyelenggarakan BLT. Mekanismenya berupa pemberian kompensasi uang tunai, pangan, jaminan kesehatan, dan juga pendidikan. Dengan target tiga tingkatan: hampir miskin, miskin, dan sangat miskin.

BLT Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 2005 lalu berlanjut pada tahun 2009. Dan pada tahun 2013 berganti nama menjadi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).

Program BLT pertama kali diselenggarakan sebagai bantuan atas kenaikan BBM dunia pada saat itu. Dan tujuan utama dari program ini adalah untuk membantu masyarakat miskin agar tetap memenuhi kebutuhan hariannya. Dalam pelaksanaannya, program BLT dianggap sukses oleh beberapa kalangan namun tetap menimbulkan kontroversi dan kritik.

Sejarah Awal Adanya BLT

Bantuan langsung tunai (BLT) pertama kali diciptakan di negara Brasil pada tahun 1990-an dengan nama Bolsa Escola lalu berganti nama menjadi Bolsa Familia. Program ini sifatnya adalah bantuan langsung tunai bersyarat yang di ciptakan oleh presiden Brasil ke-35 yaitu Luiz Inacio Lula da Silva.

Bolsa Familia atau BLT di Brasil masih bertahan hingga saat ini sebagai bantuan langsung tunai bersyarat terbesar di dunia. Dan melalui program ini telah berhasil membantu sekitar 26 persen penduduk miskin yang ada di Brasil. Hingga tahun 2011 dan program ini masih ditiru oleh negara-negara lain.

Di tahun 2004 Pemerintah Indonesia mengatakan bahwa harga minyak dunia mengalami penaikan. Sehingga pemerintah memutuskan untuk memotong subsidi minyak. Hal ini dilakukan oleh pemerintah dengan alasan BBM bersubsidi lebih banyak digunakan oleh orang-orang dari kalangan industri dan berstatus mampu. Karena harga minyak dunia naik sehingga harga bahan – bahan pokok pun ikut mengalami kenaikkan harga.

READ  Melihat Jakarta dari Puncak Monas

Untuk menanggulangi efek kenaikan harga bagi kelompok masyarakat miskin, akhirnya pemerintah memperkenalkan program BLT kepada masyarakat untuk pertama kalinya pada tahun 2005. Dan di cetuskan oleh Jusuf Kalla.

Selain adanya program BLT tak bersyarat, pemerintah juga menyelenggarakan program BLT bersyarat dengan nama Program Keluarga Harapan (PKH).  PKH sendiri adalah program bantuan dari pemerintah untuk keluarga miskin dengan syarat mereka harus menyekolahkan anaknya dan melakukan cek kesehatan secara rutin. Target utama dari PKH ini adalah keluarga miskin yang memiliki anak berusia antara 0 sampai 15 tahun ataupun ibu yang sedang hamil.