Terapi Plasma Darah Untuk Sembuhkan Pasien Positif Virus Corona
- Berita

Terapi Plasma Darah Untuk Sembuhkan Pasien Positif Virus Corona

Terapi plasma darah untuk pasien virus corona telah di uji coba oleh beberapa peneliti di sejumlah negara. Plasma dari dari penyintas virus corona ini dilaporkan dapat menyembuhkan pasien yang positif virus corona. Dan di beberapa kasus pasien yang terinfeksi virus corona dilaporkan sembuh dengan menggunakan terapi plasma darah.

Food and Drug (FDA) juga merekomendasikan untuk para pasien virus corona yang sudah sembuh untuk mendonorkan plasma darahnya. Plasma darah mereka ini nantinya akan digunakan untuk terapi, untuk menyembuhkan pasien positif corona.

Disitusnya FDA menyatakan bahwa terapi ini bisa dilakukan sebagai pilihan untuk penyembuhan virus corona (Covid – 19). Karena dilihat dari tingkat keberhasilan yang cukup tinggi di China. Dengan menggunakan terapi plasma darah.

Convalescent plasma atau terapi plasma darah ini dilakukan. Dengan cara, memasukan plasma darah penuh dengan antibodi milik pasien yang sebelumnya telah sembuh ke tubuh penderita pasien positif covid -19.

Seseorang yang sudah dinyatakan telah sembuh dari Covid – 19. Bisa mendonorkan plasma darahnya. Namun orang tersebut harus memiliki golongan darah yang sama dengan pasien yang akan menerima plasma darah tersebut. Kriteria pendonor plasma darah lainnya selain eks – pasien Covid – 19. Yaitu, usianya harus diatas 18 – 55 tahun, memiliki berat badan lebih dari 50 kg. Tidak memiliki ppenyakit bawaan, dan mampu mendonorkan darahnya.

Prosedur Terapi Plasma Darah Virus Corona

Ahli hematologi dari Pusat Medis St. Luke Francisco Lopes, mengatakan prosedur untuk terapi plasma darah ini tidak terasa sakit dan tidak akan memakan waktu sampai satu jam proses pengambilannya. Namun untuk mentransfer plasma darah yang sebelumnya sudah diambil, dan ditransfer kepada pasien yang positif corona membutuhkan waktu sekitar 2 jam prosesnya.

Ia juga mengatakan bahwa seseorang bisa melakukan transfusi plasma darah ini sebanyak dua kali, seseorang bisa melakukan transfusi ini dengan waktu 14 hari setelah melakukan pendonoran yang pertama. Efek yang akan timbul dari proses pengambilan plasma darah ini adalah, pendonor akan merasakan pusing kepala saja.

READ  Isi Waktu Luang, Tonton Film Anak di Indoxxi

Terapi plasma darah ini bukanlah pertama kalinya digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Sebelumnya terapi ini sudah dilakukan untuk mengobat penyakit SARS, MERS, hantavirus, dan juga flu burung.

Efektif atau tidaknya terapi plasma darah dalam menyembuhkan virus corona ini, masih terlalu dini untuk disimpulkan. Namun dokter di China telah melakukan terapi plasma darah kepada 5 pasien penderita corona, dengan rentang usia antara 36 – 73 tahun dan hasilnya dilaporkan sembuh. Kasus ini diterbitkan di salah satu Journal of American Medical Association (JAMA).

Namun hal tersebut tidak terjadi di California AS, salah satu dokter disana melakukan terapi plasma darah tersebut kepada pasiennya. Tetapi sayangnya pasien tersebut tidak bisa terselamatkan dengan terapi plasma darah yang dilakukannya, karena virus corona yang ada di tubuh pasien sudah merusak organ tubuhnya.